Skip to content

Aluminium dan Golongan III A

Februari 15, 2012

BAB 1

 PENDAHULUAN

 

Aluminium (dalam bentuk bauksit) adalah suatu mineral yang berasal dari magma asam yang mengalami proses pelapukan dan pengendapan secara residual.  Proses pengendapan residual sendiri merupakan suatu proses pengkonsentrasian mineral bahan galian di tempat. Pengertian aluminium secara umum adalah logam yang ringan, tidak mengalami korosi, sangat kuat, terutama jika di buat aliasi. Aluminium tahan terhadap korosi karena fenomena pasivasi. Pasivasiadalah pembentukan lapisan pelindung akibat reaksi logam terhadap komponen udara sehingga lapisan tersebut melindungi lapisan dalam logam dari korosi. Resistansi terhadap korosi terjadi akibat fenomena pasivasi, yaitu terbentuknya lapisan aluminium oksida ketika aluminium terpapar denganudara bebas. Lapisan aluminium oksida ini mencegah terjadinya oksidasi lebih jauh. Aluminium paduan dengan tembaga kurang tahan terhadap korosi akibat reaksi galvanik dengan paduan tembaga. Aluminium juga merupakan konduktor panas dan elektrik yang baik. Jika dibandingkan dengan massanya, aluminium memiliki keunggulan dibandingkan dengan tembaga, yang saat ini merupakan logam konduktor  panas dan listrik yang cukup baik, namun cukup berat. Oleh karena sifat-sifat ini, aluminium digunakan untuk membuat kendaraan yang ringan dan hemat energi dan untuk pembuatan kabel, kerangka kapal terbang, mobil dan berbagai produk peralatan rumah tangga. Senyawanya dapat digunakan sebagai obat, penjernih air, fotografi serta sebagai ramuan cat, bahan pewarna, ampelas dan permata sintesis. Demikian pula aluminium banyak digunakan dalam bangunan modern dari bingkai jendela sampai kerangka ruang perkantoran.Aluminum merupakan unsur metal yang paling berlimpah-limpah di dalam kerak bumi.

Aluminium disimbolkan dengan Al, Aluminium terdapat pada golongan logam III A, unsur kimia dengan nomor atom 13 danmassa atom 26, 9815. secara umum logam-logam golongan III A cendrung kurang reaktif dan kurang bersifat logam dibandingkan dengan golongan I A dan II A. Bisa dibandingkan dengan beberapa sifat amfoter atau amfiprotik dan pembentukan senyawa kovalen. Golongan III A juga bisa disebut logam pasca transisi karena terdapat setelah jajaran unsur-unsur transisi. Diantara logam-logam III A, aluminium adalah salah satu logam terpenting yang terdapat di kerak bumi. Bijih aluminium yang digunakan untuk produksi aluminium adalah bauksit. Bijih ini mengandung hidrat aluminium oksida, Al2O3.H2O dan Al2O3.3H2O serta oksida besi, silikon, titanium, sedikit tanah liat dan silikat. Kadar aluminium oksida (alumina) dapat mencapai 35-60%.

 

Ciri-ciri aluminium:

  • Aluminium merupakan logam yang berwarna perak-putih.
  • Aluminum dapat dibentuk sesuai dengan keinginan karena memiliki sifat plastisitas yang cukup tinggi.
  • Merupakan unsur metalik yang paling berlimpah dalam kerak bumi setelah setelah silisium dan oksigen.

Aluminium murni adalah logam yang lunak, tahan lama, ringan, dandapat ditempa dengan penampilan luar bervariasi antara keperakan hingga abu-abu, tergantung kekasaran permukaannya. Kekuatan tensil aluminium murni adalah 90 MPa, sedangkan aluminium paduan memiliki kekuatan tensil berkisar 200-600 MPa. Aluminium memiliki berat sekitar satu pertiga baja, mudah ditekuk, diperlakukan dengan mesin, dicor, ditarik (drawing), dan diekstrusiv. Aluminium murni 100% tidak memiliki kandungan unsur apapun selainaluminium itu sendiri, namun aluminium murni yang dijual di pasaran tidak  pernah mengandung 100% aluminium, melainkan selalu ada pengotor yangterkandung di dalamnya. Pengotor yang mungkin berada di dalam aluminiummurni biasanya adalah gelembung gas di dalam yang masuk akibat proses peleburan dan pendinginan atau pengecoran yang tidak sempurna, material cetakan akibat kualitas cetakan yang tidak baik, atau pengotor lainnya akibat kualitas bahan baku yang tidak baik (misalnya pada proses daur ulang aluminium). Umumnya, aluminium murni yang dijual di pasaran adalah aluminium murni 99%, misalnya aluminium foil.

 

 

BAB 2

 SIFAT FISIKA DAN SIFAT KIMIA

 

  1. A.    Sifat Fisika Unsur Golongan IIIA

 

  Boron Aluminium Galium Indium Thalium
Titik Leleh 2349 K (20760C) 933,47 K (660,320C) 302,91 K (29,760C) 429,75 K (156,600C) 577 K (3040C)
Titik Didih 4200 K (39270C) 2729 K (25190C) 2477 K (22040C) 2345 K (20720C) 1746 K (14730C)
Kalor peleburan 5,59 kJ/mol 10,71  kJ/mol -1 5,59 kJ/mol 3,281 kJ/mol 4,14 kJ/mol -1
Kalor penguapan 254 kJ/mol 294,0 kJ/mol-1 254 kJ/mol 231,8 kJ/mol 165 kJ/mol -1

 

 

Pada golongan III A, unsur Boron meupakan unsur yang bersifat metaloid (unsur peralihan logam dan non logam). Sedangkan unsur lain pada golongan III A yaitu Aluminium, Galium, Indium, dan Thalium adalah unsur logam.

 

 

 

 

 

  1. B.   Sifat Kimia Unsur Golongan III A

 

Aluminium dan Senyawanya

1)      Aluminium ialah merupakan unsur yang sangat reaktif dan reduktor yang baik potensial reduksi Eo= -1,67 V.

2)      Aluminium dapat direaksi dengan air, menghasilkan hidrogen dan juga menghasilkan aluminium oksida yang bersifat ulet dan menempel pada logam yang dapat melindungi masuknya air serta oksigen.

2 Al (s)  +  3 H2O  Al2O3 (s)  +  3 H2 (g)

Oksida ini khusus dibuat untuk melapis tipis aluminium di anoda dalam sel elektrolitik (Aluminium Anodis).

Aluminium bersifat Amfoter dan dapat dilarutan dalam larutan asam atau larutan basa encer.

2 Al (s)  +  6 H+     2 Al3+ (aq)  +  3H2 (g)

2 Al (s)  +  2OH(aq)  +  2 H2O     2 AlO- (aq)  +  3 H2 (g)

Dengan adanya HNO3  pekat menyebabkan aluminium tidak dapat mengalami reaksi

Dipengaruhi oleh kuatnya daya oksidasi dari HNO3

Terbentuk oksida yang dapat melapisi logam sebagai logam yang terlindungi

3)      Reaksi Termit

Sifat afinitas terhadap oksigen dari aluminium yang akan secara spontan akan melepaskan sejumlah kalor yang cukup untuk melelehkan hasil reaksinya.

Al (s)  +  Fe2O3 (s)      Al2O3 (aq)  +  2 Fe (aq)

Kalor yang dihasilkan mencapai 3000oC

4)      Aluminium Anhidrat dari halida adalah senyawa yang memiliki kecendrungan membentuk molekul dimer yang terbentuk oleh pasangan 2 satuan ARX3 (khususnya dalam uap larutan).

Cl                                         Cl                                             Cl

Al                                            Al

Cl                                             Cl                                        Cl

 

5)      Aluminium klorida atau garam aluminium terlarut dalam air.

AlCl3 (s)  +  6 H2O   [Al(H2O)6]3+ (aq)  +  3 Cl- (aq)

Ion heksa aqua aluminium (III)

Biasa disebut ion Al3+

 

Ion Al3+  yang kecil dengan muatan besar menarik elektron dari ikatan O-H dari air (H2O). Sehingga Aluminium dapat berperan sebagai donor proton.

[Al(H2O)6]3+(aq)  +  H2O   [Al(H2O)5 (OH)]2+(aq)   +  H3O+(aq)

Dengan basa yang lebih kuat dari air (H2O) seperti S-2 atau CO32- akan terbentuk endapan hidroksida.

2 [Al(H2O)6]3+(aq)  +  3 S2-(aq) 2 [Al(OH)3(H2O)3](s)  +  3 H2S (g)

                                Reaksi yang sama akan terjadi jika kedalam larutan Al3+ tersebut ditambahkan basa yang lebih kuat seperti NaOH.

[Al(H2O)6]3+(aq)  +  3 OH-(aq)    [Al(OH)3(H2O)3](s)  +  3 H2O(l)

\

Apabila OH-  memiliki kelebihan maka endapan akan melarut.

[Al(OH)3(H2O)3](s)  +  OH-(aq) [Al(H2O)2(OH)4]-(aq) +  H2O(l)

Bila reaksi terjadi di atas ditambahkan asam akan dapat berjalan sebaliknya.

[Al(H2O)2(OH)4]-(aq)  +  H3O+     [Al(OH)3(H2O)3](s)  +  H2O(l)

[Al(OH)3 (H2O)3](s)  +  H3O+     [Al(OH)2(H2O)4](aq)  +  H2O(l)

 

6)      Al2O3 bersifat amfoter. Zat ini mengalami pelarut dengan lambat, baik dalam larutanasam encer maupun larutan basa encer.

Al2O3(s)  +  6 H+(aq)   2 Al3+(aq)  +  3 H2O (l)

Al2O3(s)  +  2 OH-(aq)   +  3 H2O  2 Al(OH)4-(l)

 

7)      Al2O3 . 3 H2O   Al2O+  3 H2O     H  =  + 307 KJ mol-1

 

 

 


 

Bagan reaksi kimia aluminium

BAB 3

SUMBER DAN CARA MEMPEROLEH UNSUR GOLONGAN III A

 

  1. A.   Sumber

Aluminium adalah salah satu logam terpenting yang tedapat dalam kerak bumi. Bijih aluminium yang digunakan untuk produksi aluminium adalah bauksit. Bauksit mengandung hidrat aluminium oksida, Al2O3.H2O, dan Al2O3.3H2O serta oksida besi, silikon, titanium, sedikit tanah liat dan silikat. Kadar Aluminium Oksida (Alumina) dapat mencapai 35% – 60%.

Boron tidak ditemukan di alam,  tetapi timbul sebagai asam othorboric dan biasanya ditemukan dalam sumber mata air gunungberapi dan sebagai borates di dalam boron dan colemantie. Ulexite, mineral boron yang lain dianggap sebagai serat optic alami. Sumber-sumberpenting boron adalah rasorite (kernite) dan tincal (bijih borax). Kedua bijih ini dapat ditemukan di gurun Mojave. Tincal merupakan sumber penting boron dari Mojave. Deposit borax yang banyak juga ditemukan di Turkey. Boron muncul secara alami sebagai campuran isotop 10B sebanyak 19.78% dan isotop 11B 80.22%. Boron bukan konduktor listrik yang bagus pada suhu ruangan, tetapi pada suhu yang lebih tinggi.

Galiumseringditemukansebagaielemen yang terkandung di dalamdiaspore, sphalerite, germanite, bauksit dan batubara. Analisa debu dari hasil pembakaran batubara pernah menunjukkan kandungan gallium sebanyak 1.5%.

Indium sering diasosiasikan dengan seng dan dari bahan inilah indium diproduksi secara komersil. Ia juga ditemukan di bijih besi, timbale dan tembaga.

Talium terdapat di  crooksite, lorandite, dan hutchinsonite. Ia juga ada dalam pyrites dan diambil dengan cara memanggang bijih ini. Talium juga dapat diambil dengan cara melebur bijih timbale dan seng. Proses pengambilan talium agak kompleks dan tergantung sumbernya. Manganes nodules, ditemukan di dasar samudera juga mengandung talium.

 

  1. B.   Cara memperoleh

Pada tahun 1825, Oersted. Memperoleh aluminium murni dengan cara mereduksi aluminium klorida dengan kalium-merkurium.

AlCl3(s) + 3K(Hg)x(l)  3 KCl(s) + Al(Hg)3x(l)

Kemudian dengan distilasi, merkurium dapat dihilangkan dan akhirnya diperoleh logam aluminium. Pada tahun 1854, Henri Sainte dan Claire Deville membuat aluminium dari natrium aluminium klorida dengan cara memanaskannya dengan logam natrium.

Padatahun 1886, Charles Hall mulai memproduksi aluminium dengan proses skala besar seperti sekarang, yaitu melalui elektrolisis alumina di dalam kriolit lebur. Pada tahun itu pula Paul Herault mendapat paten Perancis untuk proses serupa dengan proses Hall. Pada tahun 1980, produksi dunia dengan proses ini mencapai 107 ton. Pada proses ini aluminium diperoleh dengan cara katalis aluminium oksida yang dilarutkan dalam leburan kriolit (Na3AlF6).

Bahan baku bauksit, masih merupakan campuran aluminium oksida, besi(III) oksida dan silika.  Jadi ada dua tahap dalam produksi aluminium yaitu reaksi pemurnian untuk memperoleh alumina murni dan tahap elektrolisis.

 

 

 

 

  • ReaksiPemurnian:

Al2O3(s) + 2 OH-(aq) + 3 H2O(l)  2[Al(OH)4]-(aq)

SiO2 + 2 OH-(aq) SiO32-(aq) + H2O(l)

2[Al(OH)4]-(aq) + CO2  2 Al(OH)3(s) + CO32-(aq)

Alumina tidak dapat direduksi dengan karbon, karena adanya pembentukan  Al4C3 (aluminium karbida), dan reaksi balik antara uap aluminium dengan CO2 di dalam kondensor akan menyebabkan terjadinya pembentukan aluminium oksida sebagaimana semula. Perubahan entalpi yang terjadi dalam reaksi itu adalah sebagai berikut:

  • Elektrolisis dibuat dari baja, yang dilapisi grafit. Grafit ini berfungsi sebagai katoda. Anoda dibuat dari karbon.

 

Katoda: AlF4- + 3 e- Al + 4F-

Anoda: 2 AlOF54- + C  CO2 + AlF63- + AlF4- + 4 e-

 

Secara sederhana, reaksi pada elektroda dapat dituliskan sebagai berikut,

 

Katoda: 2 Al3+ + 6 e-  2 Al

Anoda: 3O2-  1 1/5 O2 + 6 e-

 

Oksigen yang terbentuk pada suhu operasi dapat mengoksidasi anoda.

Reaksi secara keseluruhan dapat ditulis sebagai berikut:

 

2 Al2O3(dalamKriolit) + 3 C(s)  4 Al(l) + 3 CO2(g)

Karbon yang diperlukan untuk reduksi berasal dari anoda dan untuk itu diperlukan antara 0,5sampai 0,6 kg karbon per kilogram logam. Walaupun secara teoritis yang diperlukan sebetulnya hanyalah 0,33 kg, namun karena karbondioksida yang keluar itu mengandung 10% sampai 15% karbon monoksida (CO), maka jumlah yang diperlukan dalam praktik tentu lebih besar. Langkah-langkah pembuatan logam aluminium adalah sebagaiberikut.

  1. Pasang atau ganti pelapis sel.
  2. Buat anoda karbon dan gunakan di dalam sel.
  3. Siapkan penangas kriolit dan kendalikan komposisinya.
  4. Larutkan alumina di dalam kriolit lebur.
  5. Larutan alumina dielektrolisis sehingga membentuk aluminium logam yang bertindak sebagai katoda.
  6. Karbon electrode teroksidasi oleh oksigen yang dibebaskan.
  7. Aluminium cair dialirkan keluar dari sel, dipadu (bila perlu), dicetak menjadi logam batangan dan didinginkan.

Sel elektrolit berbentuk kotak baja besar. Di dalamnya terdapat kompartemen katode yang dilapisi dengan campuran pitch dan batu bara antrasit atau dengan kokas yang dipanggang di tempat dengan bantuan arus listrik, atau dengan blok-blok katoda yang telah dipanggang dan kemudian di semenkan satu sama lain. Lubang kompartemen katode itu mempunyai kedalaman 30 sampai 50 cm, dengan lebar mencapai 3 m danpanjang 9 m bergantung pada jenis sel dan beban yang direncanakan. Tebal pelapis berkisar antara 15 sampai 25 cm pada bagian sisi dan 26 sampai 46 cm pada bagian dasar. Di antara dinding baja dan pelapis dipasang isolasitermal yang terdiri dari baja tahan panas, blok asbes, atau bahan lain. Pada pelapis bagian dasar dipasang batangan baja besar yang berfungsi sebagai pengumpul arus katode. Batangan ini menjulur keluar melalui lubang pada kotak baja dan dihubungkan dengan batangan pengantarkatoda. Pelapis sel biasanya tahan 2 sampai 4 tahun. Kerusakan biasanya terjadi karena penyusupan logam melalui katoda sehingga melarutkannya atau karena penetrasi logam keluar dari kotak baja melalui kebocoran di sekitar kolektor arus. Keseluruhan pelapis, isolasi dan kolektor itu kemudian diganti. Pelapisan kembali kotak sel merupakan sebagian besar dari biaya produksi dan di sini tercakup bukan saja tenaga kerja, kolektor, pelapis dan bahan isolasi, tetapi juga kehilangan bahan elektrolit yang diserap oleh pelapis yang terpakai. Gambar skematik penampang penangas reduksi aluminium ditunjukkan seperti gambar berikut ini:

 

Selama beroperasi nyasel, terjadi pembentukan kerak di atas permukaan penangas lebur. Alumina ditambahkan keatas kerak ini, dimana alumina mengalami pemanasan dan melepaskan kandungan airnya. Kerak ini dipecahkan secara berkaladan alumina diaduk kedalam penangas agar konsentrasinya tetap berada di sekitar 2% sampai 6%. Kebutuhan teoristis alumina adalah 1,89 kg per kilogram aluminium. Tetapi dalam praktik, angkanya kira-kira 1,91 kg. Bilamana kadar alumina di dalam penangas berkurang, dan efek anode berlangsung, maka pada anode terbentuk suatu lapisan tipis karbon tetrafluorida dan penangas tidak dapat lagi membasahi permukaan anode. Mengenai mekanisme yang sebenarnya terjadi dari pelarutan alumina di dalam penangas dan bagaimana mekanisme dekomposisi elektrolitiknya masih belum jelas. Tetapi hasil akhirnya adalah pembebasan oksigen pada anode dan pengendapan logam aluminium pada katode. Oksigen bergabung dengan anode karbon dan menghasilkan CO dan CO2, tetapi yang terbanyak adalah CO2.

Dalam Pembuatan Boron, menurut Moissan, unsure ini diperoleh melalui perubahan menjadi asam borat yang disusul kemudian dengan dehidrasi menjadi B2O3, kemudian direduksi dengan logam magnesium. Reaksi yang terjadi adalah sebagai berikut:

 

 

 

Hasil yang didapatkan berupa boron amorf yang mengandung 80% – 90% boron. Boron yang kemurniannya tinggi untuk semikonduktor, menurut Kiessling dapat diperoleh lewat reduksi BBr3dengan Hidrogen pada suhu 800oC.

 

 

 

 

BAB 4

PENGGUNAAN

 

Keterbatasan persediaan kayu di Indonesia membuat aluminium dapat dijadikan sebagai bahan alternatif pembuatan komponen konstruksi kapal kayu tradisional. Bahan ini memiliki perbandingan kekuatan dan berat yang lebih kecil daripada kayu. Akan tetapi, proses pengerjaan konstruksi bermaterial aluminium membutuhkan teknik yang lebih rumit daripada konstruksi kayu. Selain itu harganya relatif lebih mahal. Penelitian ini bermaksud untuk menganalisis keunggulan dari konstruksi berbahan aluminium jika dibandingkan dengan kayu, baik bila ditinjau secara teknis maupun ekonomis. Selain itu, penelitian ini juga diharapkan dapat memberikan sumbangan tekonologi alternatif pembangunan kapal kayu tradisional karena keterbatasan persediaan kayu. Hal yang ditinjau dalam penelitian ini adalah penggunaan aluminium sebagai bahan gading dan balok geladak. Perhitungan berat menunjukkan bahwa LWT dapat dikurangi sedangkan DWT dapat ditingkatkan. Perhitungan stabilitas menunjukkan bahwa kapal dengan konstruksi seperti ini lebih stabil karena GZ bertambah. Secara ekonomis, beaya pembangunan kapal dengan konstruksi kombinasi ini relatif lebih rendah dari kapal yang sepenuhnya kayu.

 

Aluminium adalah putih keperakan dan logam yang sangat populer yang memiliki banyak kegunaan dan sifat yang berguna. Tidak ada logam lain memiliki sebagai banyak kegunaan seperti aluminium tidak. Seperti aluminium memiliki sifat daur ulang, logam ini cukup untuk memenuhi semua kebutuhan sehari-hari kita. Aluminium digunakan di rumah, di konstruksi, dalam beberapa bagian mobil dan juga di sebagian besar moda transportasi. Hal ini cukup mengejutkan untuk melihat bahwa ada begitu banyak menggunakan logam. Berikut adalah beberapa penggunaan aluminium.

 

 

Penggunaan Aluminium di Masyarakat

 

Di Rumah

 

Aluminium digunakan untuk kusen jendela, pintu dan tombol-tombol untuk membuat peralatan di dapur. Ada berbagai hal yang terbuat dari aluminium di rumah, seperti peralatan dan aluminium foil di mana makanan dikemas. Hal ini bahkan dapat digunakan sebagai penghilang kerut dari pakaian, beberapa menggunakan aluminium juga mencakup barang-barang dekorasi rumah seperti bingkai jendela, kenop pintu, pagar, grills, bar tirai serta artefak yang terbuat dari aluminium. Aluminium digunakan dalam membuat klub golf, furniture indoor dan outdoor, kelelawar tenis, kulkas, pemanggang roti, panci, ceret, dll.

 

Transportasi

 

Transportasi meliputi udara, air dan transportasi jalan. Beberapa bagian kapal induk terbuat dari aluminium karena ini adalah logam ringan. Selain itu, aluminium banyak digunakan untuk membuat kapal dan konstruksi kapal. Ada beberapa bagian mobil yang juga dibuat menggunakan aluminium. Gerbong kereta api juga terbuat dari aluminium. Seperti mobil yang digunakan sehari-hari, mari kita lihat apa bagian aluminium sebenarnya berisi.

Aluminium secara luas digunakan dalam mobil. Aluminium bagian mobil memiliki sifat termal dan estetika yang baik. Bagian-bagian mobil cukup murah. Beberapa bagian mobil seperti roda, blok mesin, komponen suspensi, tudung, perumahan transmisi, roda bar spacer terbuat dari aluminium. Bagian lain seperti rumah karburator, menangani aluminium, beberapa ornamen dan logo, kurung, cermin, adapter pengisi udara, rumah alternator, kipas impeler dan bagian kopling juga melibatkan penggunaan aluminium. Valve meliputi juga terbuat dari aluminium.

 

 

 

Pengemasan

 

Kemasan merupakan salah satu penggunaan yang paling umum dari aluminium. Minum kaleng, tutup botol, foil, nampan, dll semua terbuat dari aluminium. Menggunakan aluminium lainnya untuk kemasan kotak penyimpanan, alat tutup, termos, dll.

 

Penggunaan Aluminium dalam Konstruksi

 

Aluminium digunakan secara luas untuk konstruksi. Sebagian besar melibatkan bahan konstruksi aluminium. Skrap aluminium, pengecoran, fabrikasi, pipa, lembaran, tabung, tank, bar, kawat, stamping, jendela, pin, pintu, batang, pagar, tangga, jendela, membangun jembatan, skylight, dll juga digunakan pada bangunan komersial. Tangga juga terbuat dari aluminium. Hal ini juga digunakan untuk peralatan industri.

 

Kegunaan alumunium dan senyawanya

 

Alumunium mempunyai banyak kegunaan dalam kehidupan manusia. Alumunium banyak digunakan untuk alat-alat dapur, mobil, pesawat terbang dan tutup kaleng. Hal ini karena sifatnya yang khas yaitu ringan, tahan karat, mudah dibentuk dan dipadu dengan logam lain. Pembuatan badan pesawat terbang

Sektor pembangunan perumahaan, untuk kusen pintu dan jendela
Sektor industri makanan, contohnya aluminium foil dan kaleng aluminium untuk kemasan berbagai jenis produk makanan/minuman. Sektor lainnya, misalnya untuk kabel listrik, perabotan rumah tangga dan barang kerajinan.

Pembuatan termit, yaitu campuran serbuk aluminium dengan serbuk besi(III) oksida yang digunakan untuk mengelas baja di tempat misalnya untuk menyambung rel kereta api

 

Aluminium digunakan berlebihan dalam dunia modern, dan penggunaan logam sangat beragam karena banyak kombinasi yang tidak biasa dari properti . Tidak ada unsur logam lainnya dapat digunakan dalam banyak cara seperti di berbagai domain, seperti di rumah, di transportasi, di darat, laut dan di udara, dan di industri dan perdagangan.Menggunakan aluminium tidak selalu sejelas mereka mungkin terlihat, dengan proporsi yang cukup besar dari aluminium dan aluminium oksida yang diproduksi akan ke dalam proses yang terpisah lainnya, seperti pembuatan kaca, daripada terhadap produk konsumen umum bahwa kita Aluminium paling mudah bergaul dengan.

Salah satu penggunaan yang paling umum akhir dari aluminium adalah kemasan, termasuk kaleng minuman, pembungkus foil, tutup botol dan kontainer foil. Masing-masing bergantung pada aluminium untuk menyediakan cara yang mengandung makanan bersih, dan untuk melindunginya dari perubahan dalam lingkungan lokal di luar kemasan. Aluminium masih digunakan dalam cara yang sangat besar dalam industri kemasan makanan meskipun ada kekhawatiran kesehatan baru-baru menghubungkan aluminium untuk penyakit Alzheimer . Resistensi alami aluminium untuk korosi bantu dalam perannya dalam kemasan (dan banyak daerah lain), tidak seperti zat besi, aluminium oksida membentuk lapisan pelindung dan tidak merusak. Aluminium juga benar-benar kedap air, (bahkan ketika digulung menjadi foil yang sangat tipis), dan juga tidak membiarkan aroma atau rasa keluar dari kemasan makanan, logam non-beracun dan aromaless sendiri juga, sehingga cocok untuk kemasan.

Kekuatan tak terkalahkan aluminium untuk rasio berat 1 memberi banyak kegunaan dalam industri transportasi. Transportasi adalah semua tentang memindahkan barang-barang di sekitar dan untuk melakukannya gaya selalu dibutuhkan. Seperti gaya = massa x percepatan (Hukum Kedua Newton tentang Gerak), gaya kurang dibutuhkan untuk memindahkan objek yang lebih ringan untuk percepatan tertentu daripada yang dibutuhkan untuk mendapatkan obyek yang lebih berat dengan percepatan yang sama. Seperti aluminium sangat ringan ini berarti bahwa energi yang lebih sedikit harus digunakan untuk memindahkan sebuah kendaraan yang dibuat dengan aluminium dari satu terbuat dari logam berat, misalnya baja. Meskipun aluminium bukan logam yang terkuat paduan unsur-unsur lain digunakan untuk pin nya dislokasi dalam struktur untuk meningkatkan nya kekuatan . Dengan kereta api, kapal dan mobil aluminium berguna untuk properti ini ringan (yang memberikan efisiensi bahan bakar) tetapi tidak penting, namun dalam pesawat menjaga berat badan yang relatif rendah sangat penting (untuk tingkat tanah), dan aluminium memungkinkan pesawat untuk memiliki ini . Dalam pesawat yang modern aluminium membuat sampai 80% dari (unladen) berat badan mereka, dan sebuah Boeing 747 yang normal mengandung sekitar 75 000 kg logam. ketahanan korosi merupakan keuntungan dalam transportasi (serta kemasan) karena membuat lukisan pesawat tidak perlu menyimpan beberapa ratusan kilogram berat badan lebih lanjut.

Berat juga penting dalam menggunakan listrik aluminium, di mana itu rendah kepadatan 2 membuat pilihan pertama untuk kabel listrik jarak jauh walaupun memiliki hanya 63% dari konduktivitas listrik dari (padat banyak) tembaga. Bahkan 1 kg aluminium melakukan listrik hampir dua kali sebanyak 1 kg tembaga. Sejak 1945 aluminium telah digunakan dalam transmisi listrik tegangan tinggi, di tempat tembaga sebagai bahan itu adalah kekuatan garis biaya yang paling efisien. Dengan berat tembaga banyak, dan struktur dukungan yang mahal perlu digunakan, namun menggunakan sedikit aluminium mendukung ringan dan lebih murah harus digunakan. Ini menghemat sejumlah besar uang, meskipun terbuang dalam listrik karena konduktivitas yang lebih rendah. Aluminium juga lebih ulet dari tembaga, sehingga lebih mudah untuk menarik ke kabel untuk memproduksi kabel listrik, yang tahan korosi melengkapi profil aluminium sebagai pilihan yang sempurna untuk jarak jauh distribusi listrik. Aluminium memiliki aplikasi listrik lain juga termasuk antena TV, antena parabola, dan menjadi basis standar untuk lampu.

Bangunan dibuat dengan aluminium hampir pemeliharaan bebas karena kekuatan aluminium tahan korosi . Karena ini dan berat ringan digunakan dalam kelongsong, jendela, skylight, talang, kusen pintu, dan atap. Cladding aluminium berisolasi juga sangat efisien termal, menjaga rumah hangat di musim dingin, dan sejuk di musim panas. Satu lapisan cladding aluminium terisolasi seefektif empat inci dari batu bata atau sepuluh dari batu. Aluminium juga dapat dicat dan digunakan dengan bahan lain untuk mencapai efek tertentu pada penampilan bangunan. Logam ini sangat fleksibel dan dapat melengkung, meruncing, dilas, terikat dan memotong ke bentuk yang akan digunakan untuk pekerjaan tertentu.

Aluminium juga memiliki menggunakan akhir lebih lanjut dalam produk yang digunakan lebih mudah di sekitar rumah. Seperti semua kegunaan lain mereka berhubungan khusus kembali ke sifat-sifat logam. Bahan ini digunakan untuk membuat panci, peralatan dapur, klub golf, tenis kelelawar, furniture indoor dan outdoor, kulkas, dan pemanggang roti.

Aluminium memiliki sejumlah besar menggunakan. Ini berkisar dari segala macam kemasan, hingga pesawat terbang, mobil dan gerbong kereta. Aluminium juga penting dalam kabel listrik, bangunan dan industri konstruksi dan benda-benda rumah tangga biasa. Fitur kunci yang meminjamkan ini menggunakan aluminium yang tahan korosi, kepadatan rendah, daktilitas, konduktivitas listrik dan kekuatan dalam paduan.

 

 

 

DAFTAR PUSTAKA

 

Achmad, Hiskia. 1992. Kimia Unsur dan Radiokimia. Bandung: PT. Citra Aditya Bakti.

Budi Utami. “Sifat Periodik Unsur” dalam Chem-is-Try. Bogor: http://www.chem-is-try.org/materi_kimia/kimia-sma-ma/tabel-periodik-unsur-dan-struktur-atom/sifat-periodik-unsur-sifat-logam-titik-leleh-dan-titik-didih/. Kamis 22 September 2011, 04.16.

Ta’minudin, Nina Marliana, dan Rusman. 2007. Kimia Anorganik. Bogor: Sekolah Menengah Analis Kimia Bogor.

Taro Saito. “Kimia Logam Golongan Utama” dalam Chem-is-Try. Bogor: http://www.chem-is-try.org/materi_kimia/kimia-anorganik-universitas/kimia-logam-golongan-utama/logam-golongan-13-dan-14/. Rabu, 12 Oktober 2011. 17.42.

Yulianto Mohsin. “Aluminium” dalam Chem-is-Try. Bogor: http://www.chem-is-try.org/tabel_periodik/alumunium/. Rabu, 12 Oktober 2011. 17.41.

Yulianto Mohsin. “Boron” dalam Chem-is-Try. Bogor: http://www.chem-is-try.org/tabel_periodik/boron/. Rabu, 12 Oktober 2011. 17.44.

Yulianto Mohsin. “Galium” dalam Chem-is-Try. Bogor: http://www.chem-is-try.org/tabel_periodik/galium/. Rabu, 12 Oktober 2011. 17.47.

Yulianto Mohsin. “Indium” dalam Chem-is-Try. Bogor: http://www.chem-is-try.org/tabel_periodik/indium/. Rabu, 12 Oktober 2011. 17.50.

Yulianto Mohsin. “Talium” dalam Chem-is-Try. Bogor: http://www.chem-is-try.org/tabel_periodik/Talium/. Rabu, 12 Oktober 2011. 17.52.

 

 

 

 

 

 

From → Kimia Anorganik

Tinggalkan sebuah Komentar

Berikan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

%d blogger menyukai ini: